Jan
06
2009

Perkembangan industri pangan dewasa ini meningkat dengan sangat pesat. Seiring dengan perkembangan tersebut banyak ditemui masalah yang berkaitan dengan “food borne illness” atau penyakit yang disebabkan karena makanan. Di negara Eropa dan Amerika, permasalahan ini telah diantisipasi dengan menerbitkan suatu metode untuk melakukan risk analysis / analisa resiko terhadap bahaya yang disebabkan oleh makanan dalam proses penyediaannya. Metode tersebut disebut HACCP (Hazard Analysis & Critical Control Points) dan setiap organisasi yang menjual produknya di Eropa dan Amerika, mereka wajib memenuhi persyaratan tersebut. Namun pada kenyataannya, metode ini hanya sekedar berfungsi untuk risk analysis saja. Sedangkan kebutuhan dunia industri pada umumnya dan industri makanan pada khususnya adalah bagaimana meningkatkan produktivitas dari kinerja organisasi sehingga dapat meningkatkan profit margin dan efisiensi organisasi. Tentunya tidak lepas dari bagaimana meningkatkan kepuasan pelanggan.
Continue Reading »
Jan
06
2009

ISO 14001:2004 specifies requirements for an environmental management system to enable an organization to develop and implement a policy and objectives which take into account legal requirements and other requirements to which the organization subscribes, and information about significant environmental aspects. It applies to those environmental aspects that the organization identifies as those which it can control and those which it can influence. It does not itself state specific environmental performance criteria.
ISO 14001:2004 is applicable to any organization that wishes to establish, implement, maintain and improve an environmental management system, to assure itself of conformity with its stated environmental policy, and to demonstrate conformity with ISO 14001:2004 by Continue Reading »
Jan
06
2009
Dalam prespektif ISO9001:2000, audit mutu internal bertujuan untuk “memastikan kegiatan system manajemen mutu” yang telah dijalankan sesuai dengan persyaratan standar secara efektif untuk mencapai maksud dan tujuan yang telah direncanakan atau yang telah dijadikan komitmen dan kebijakan, serta tertuang dalam sasaran mutu perusahaan. Hasil audit mutu internal diharapkan dapat membantu menyelesaikan permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan serta dalam rangka meningkatkan kinerja perusahaan secara umum.
Standar ISO 9001:2000 (pasal 8.2.2) mensyaratkan audit mutu internal sbb :
Perusahaan hasrus memastikan audit internal dilakukan secara berkala sesuai dengan interval waktu yang telah direncakan untuk memeriksa dan memastikan apakah system manajemen mutu telah ? :
1. Sesuai dengan pengaturan-2 yang telah direncanakan dan persyarataan standar internasional maupun terhadap persyaratan sistem manajemen mutu yang telah dibangun oleh perusahaan.
2. Dilakasanakan secara efektif dan terus dipelihara dan dipertahankan. Continue Reading »