Jan 06 2009
Bagaimana menjalankan Sistem Manajemen Mutu tanpa membangun Budaya Mutu..?
Membangun mutu tidaklah cukup hanya membuat aturan hitam diatas putih. Karena mutu tidak terletak diatas kertas, dalam manual mutu, dalam prosedur mutu atau dalam instruksi kerja. Mutu adalah pada “human” atau manusianya. Mutu ada pada pemikiran, emosi, dan sikap serta kepribadian seluruh personil dari tukang sapu, satpam sampai direktur utama. Semua bertanggung jawab dan memiliki peran penting dalam mewujudkan mutu. Semua harus ikut memikirkan, bertindak dan bersikap positif sesuai dengan “komitment Mutu” yang dicanangkan..!
Dari semua unsure yang diperlukan untuk mewujudkan mutu, sikap adalah landasan yang paling fundamental. Sikap adalah suatu kecendrungan perilaku manusia. Manusia bisa memiliki sikap bertanggungjawab, peduli, responsive, positif, proaktif,, jujur, professional, tetapi juga bisa sebaliknya, sikap masa bodoh. Bertanggung jawab adalah sikap utama dan pertama yang harus dikembangkan ddidalam diri setiap personil perusahaan, karena sikap sikap bertanggung jawab akan menjadi “akar kokoh”untuk mewujudkan komitment mutu.
Sikap bisa merupakan atribut Pribadi yang dibawa dari lingkungan keluarga. Bisa juga dibangun melalui pembinaan/pelatihan, dikondisikan , diikat dalam system dan dipraktekan dengan pengawasan dan keteladanan pimpinan. Bila perilaku itu bisa dipraktekkan secara konsisten dan konsekwen akhirnya ia akan berubah menjadi suatu kebiasaan. Bila sudah menjadi kebiasaan ia akan menjadi budaya dan bila sudah menjadi budaya yang kuat, ia akan menjadi karakter perusahaan / organisasi. Mewujudkan mutu dengan karakter akan jauh lebih apresiatif dan efektif karena mutu diciptakan dengan dorongan motivasi intrinsic yang mengandung nilai-nilai idealisme.
Comments Off





